- Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
- Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan
- Danrem 064/MY Tekankan Disiplin dan Etika Prajurit Saat Kunker ke Kodim 0602/Serang.
- Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Siap Berangkat 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara
- Ombudsman Banten Serahkan Hasil Kajian Pelayanan Samsat dan Pengawasan Program Sekolah Gratis kepada Gubernur Banten
Diskoumperindag Kabupaten Serang Gencar Operasi Pasar
SERANG. beritaindonesianet-Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) melalui Bidang Perdagangan terus gencar menggelar operasi pasar (OP) sebagai upaya untuk mengantisipasi lonjakan harga di pasaran.
Operasi pasar dimulai di Pasar Petir, Kecamatan Petir, pada Selasa, 24 Desember 2024, dengan komoditi beras dan minyak goreng. Selanjutnya, operasi pasar digelar pada Rabu, 8 Januari 2025, di Pasar Baros, Kecamatan Baros, dengan komoditi cabai, bawang, tomat, dan beras.
Kemudian, pada Kamis, 16 Januari 2025, Diskoumperindag melalui Bidang Perdagangan kembali menggelar operasi pasar di halaman Kecamatan Carenang dengan menyediakan berbagai komoditi.
Kepala Diskoumperindag Kabupaten Serang, Adang Rahmat, mengatakan bahwa digelarnya kembali operasi pasar merupakan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Diskoumperindag untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok di pasaran. Terlihat, kata dia, antusias warga pun sangat tinggi, sudah ramai sebelum operasi pasar dimulai.
“Antusias warga sangat tinggi, sebelum pelaksanaan mereka sudah menunggu dari jam 8 pagi. Kegiatan ini sangat membantu, apalagi perbedaan harganya sangat jauh dengan harga pasaran,” terang Adang.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Diskoumperindag Kabupaten Serang, Titi Purwitasari, mengatakan bahwa operasi pasar yang digelar pihaknya menyediakan beberapa komoditi meliputi minyak goreng, gula, beras, terigu, cabai merah besar, cabai rawit merah, bawang, dan tomat.
“Operasi pasar kami menyediakan komoditi kebutuhan pokok seperti minyak, gula, dan beras dengan alokasi yang dibawa: minyak 500 liter, beras 400 kilogram, gula 200 kilogram, terigu 100 kilogram, cabai merah besar 50 ribu per kilogram, cabai rawit merah 80 ribu per kilogram, bawang 25 ribu per kilogram, dan tomat Rp 5.000 per kilogram,” ungkap Titi.
Adapun untuk petani cabai, sebut Titi, pihaknya memperoleh dari Petani Binaan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Banten, Enjat, yang masuk dalam GNPI atau Gerakan Nasional Pengendali Inflasi. “Kami juga bekerja sama dengan Bulog Serang untuk penyediaan sembako lainnya,” tuturnya.
Turut hadir pada operasi pasar tersebut, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan SDA Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Serang, Febrian Ripera, dan Sekretaris Diskoumperindag Kabupaten Serang, Shinta Asfilian Harjani.(*/hen)
